Cegah Gangguan Pernapasan, Dinkes Imbau Warga Pakai Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan.

adminrm
3 min2 dilihat
Sekretaris Dinkes Kota Ambon, Yakobus Lewier,
A-AA+A++

RakyatMalukuNews.com – AMBON, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan menyusul kondisi udara yang dipenuhi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.

Sekretaris Dinkes Kota Ambon, Yakobus Lewier, mengatakan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap terhadap kesehatan, khususnya gangguan pada saluran pernapasan.

“Sudah jelas kita harus waspada. Memang kita rencanakan akan mengimbau masyarakat menggunakan masker jika beraktivitas di luar ruangan,” kata Yakobus di Ambon, Minggu 3 Oktober 2026.

Menurutnya, hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah pasien dengan keluhan yang berkaitan dengan gangguan pernapasan di sejumlah Puskesmas di Kota Ambon.

Meski demikian, Dinkes tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, terutama untuk mengantisipasi dampak paparan asap yang dapat memicu gangguan pernapasan.

“Kita pantau dari kunjungan pasien ke Puskesmas beberapa bulan ini memang belum ada peningkatan yang signifikan untuk kasus yang berhubungan dengan pernapasan, tapi kita tetap pantau,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat yang mengalami gejala gangguan pernapasan, seperti sesak napas, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

Selain imbauan penggunaan masker, Dinkes Kota Ambon juga tengah menghitung ketersediaan stok masker untuk kemungkinan dibagikan kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan.

“Kita lagi menghitung stok masker. Rencananya kita akan membagikan kepada masyarakat di jalan sebagai salah satu bentuk imbauan untuk memakai masker di luar ruangan dengan kondisi udara yang penuh asap. Ini sebagai salah satu pencegahan,” jelasnya.

Ia mengakui, stok masker yang tersedia di Dinkes saat ini tidak sebanyak ketika pandemi Covid-19. Setelah pandemi berakhir, pengadaan masker lebih difokuskan untuk kebutuhan fasilitas kesehatan.

“Untuk stok masker, setelah Covid selesai kita tidak menyediakan stok masker yang banyak, hanya penggunaan untuk fasilitas kesehatan. Untuk itu kita minta instalasi farmasi bisa atau tidak kita membagikan kepada masyarakat sebagai bentuk imbauan,” katanya.

Dinkes juga mengimbau kelompok masyarakat yang rentan, seperti lanjut usia serta warga yang memiliki riwayat asma dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi udara masih dipenuhi asap.

“Diharapkan masyarakat juga menjaga kesehatannya dengan tidak keluar rumah. Yang punya riwayat penyakit asma atau ISPA seperti lansia, menghindari untuk keluar rumah. Kalaupun keluar, menggunakan masker,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi aktivitas pembakaran sampah di sekitar rumah. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak menambah konsentrasi asap di tengah kondisi karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

“Menjaga kebersihan di dalam rumah dan kurangi membakar sampah di pekarangan agar tidak menimbulkan asap tambah banyak, karena saat ini kebakaran hutan dan lahan terjadi di mana-mana,” pungkasnya. (MON)

Tidak ada Respon

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *